Rahasia Jawab Soal Hitungan CPNS dalam hitungan Detik
Rahasia Jawab Soal Hitungan CPNS dalam hitungan Detik | Bagi sebagian besar pejuang CPNS, melihat deretan angka di sub-tes Tes Inteligensia Umum (TIU) sering kali memicu rasa panik. Terlebih lagi, sistem CAT (Computer Assisted Test) menuntut kita untuk bekerja melawan waktu. Menghitung satu per satu angka desimal atau perkalian ratusan secara manual jelas bukan strategi yang bijak jika Anda ingin lolos passing grade.

Sub-tes numerik, khususnya berhitung cepat, sebenarnya tidak dirancang untuk menguji seberapa jago Anda berhitung seperti kalkulator. Ujian ini dirancang untuk melihat seberapa jeli Anda dalam melihat pola, memanfaatkan sifat-sifat aljabar, dan menggunakan trik matematika dasar.
Mari kita bedah pola dan strategi penyelesaiannya lewat tiga contoh soal baru di bawah ini agar Anda punya gambaran yang lebih jelas.
Contoh Soal dan Pembahasan Pola
1. Operasi Campuran (Pecahan, Desimal, dan Persen)
Soal: Hasil dari 0,625 x 8/5 + 3/4 – 25% adalah…
-
A. 1,25
-
B. 1,50
-
C. 1,75
-
D. 2,00
-
E. 2,25
Pembahasan: Menyamakan semua bilangan ke bentuk desimal bisa memakan waktu jika angkanya rumit. Mari kita gunakan trik mengubahnya ke pecahan biasa yang nilainya saling mematikan (bisa dicoret):
-
0,625 adalah pecahan istimewa dari 5/8
-
3/4 setara dengan 0,75
-
25% jika ditulis desimal menjadi 0,25
Sekarang, mari susun persamaannya dengan mendahului operasi perkalian: = (5/8 x 8/5) + 0,75 – 0,25
Perhatikan bagian perkalian pecahan (5/8 x 8/5). Karena pembilang dan penyebutnya saling berkebalikan, mereka bisa langsung dicoret dan menghasilkan nilai 1. = 1 + 0,75 – 0,25 = 1,75 – 0,25 = 1,50
Jawaban: B
2. Operasi Akar dan Pangkat Dua (Kuadrat)
Soal: Nilai dari (Akar dari 576) : 6 + (12 x 12) – 34 adalah…
-
A. 110
-
B. 114
-
C. 120
-
D. 124
-
E. 130
Pembahasan: Kunci mengerjakan soal ini dengan kilat adalah kebiasaan menghafal angka kuadrat dasar.
-
Untuk mencari Akar dari 576, kita tahu nilainya berada di atas 20 x 20 (400) dan di bawah 30 x 30 (900). Karena angka satuannya adalah 6, maka angka belakangnya pasti 4 atau 6. Jika kita cek 24 x 24, hasilnya pas 576. Jadi, Akar dari 576 = 24.
-
Nilai dari 12 kuadrat (12 x 12) adalah 144.
Mari kita masukkan ke dalam persamaan dan dahulukan operasi pembagian: = (24 : 6) + 144 – 34 = 4 + 144 – 34 = 148 – 34 = 114
Jawaban: B
3. Pemanfaatan Sifat Distributif Aljabar
Soal: Hasil dari 284 x 65 + 284 x 35 adalah…
-
A. 2.840
-
B. 5.680
-
C. 28.400
-
D. 56.800
-
E. 284.000
Pembahasan: Jangan sampai Anda terjebak menghitung perkalian ratusan ini secara manual satu per satu. Perhatikan komponen angka yang sama, yaitu 284. Kita bisa menyederhanakannya menggunakan sifat distributif matematika: (a x b) + (a x c) = a x (b + c).
Keluarkan angka yang sama, lalu lakukan operasi penjumlahan untuk angka yang di dalam kurung: = 284 x (65 + 35) = 284 x 100 = 28.400
Metode ini jauh lebih cepat dan meminimalisir risiko salah hitung akibat buru-buru.
Jawaban: C
Strategi Ampuh Menghadapi Sub-Tes Numerik
Akurasi dan kecepatan harus berjalan beriringan saat ujian asli nanti. Guna menghemat detik-detik berharga Anda, terapkan tiga tips praktis berikut:
-
Akali dengan Eliminasi Pilihan Jawaban: Sering kali kita tidak perlu menghitung sampai tuntas. Cukup perhatikan angka satuan paling belakang pada soal, lalu cocokkan dengan pilihan jawaban yang tersedia. Jika hanya ada satu opsi yang angka satuannya cocok, langsung pilih opsi tersebut.
-
Hafalkan Konversi Pecahan Istimewa: Luangkan waktu untuk menghafal luar kepala bentuk pecahan dan persen yang sering keluar. Contohnya, pahami bahwa 1/8 itu 12,5%, 3/8 itu 37,5%, atau 5/8 adalah 62,5%. Ini akan memotong waktu berpikir Anda secara signifikan.
-
Pahami Aturan Pembagian Pecahan: Jangan sampai bingung saat membagi bilangan pecahan. Pegang erat prinsip dasar di mana posisi pecahan pembagi harus dibalik ketika tandanya diubah menjadi perkalian.
Kunci utama dari penguasaan materi ini adalah konsistensi. Menjelang seleksi, cobalah untuk rutin mengikuti simulasi try out online agar mental Anda terbiasa dengan tekanan durasi waktu yang ketat. Semakin sering Anda berlatih mengenali pola soal, semakin otomatis pula otak Anda menemukan jalan pintas pengerjaannya.